Rabu, 16 April 2014

KEPRIBADIAN EKSTROVET dan INTROVET

KEPRIBADIAN EKSTROVET dan INTROVET

Jung mengatakan bahwa ekstrovert adalah kepribadian yang lebih dipengaruhi oleh dunia objektif, orientasinya terutama tertuju ke luar. Pikiran, perasaan, serta tindakannya lebih banyak ditentukan oleh lingkungan. Sedangkan introvert adalah kepribadina yang lebih dipengaruhi oleh dunia subjektif, orientasinya tertuju ke dalam.

Menurut Eysenck, introvert adalah satu ujung dari dimensi kepribadian introversi–ekstroversi dengan karakteristik watak yang tenang, pendiam, suka menyendiri, suka termenung, dan menghindari resiko.
Eysenck juga mengatakan dalam teorinya, bahwa ekstrovert adalah satu ujung dari dimensi kepribadian introversi – ekstroversi dengan karakteristik watak peramah, suka bergaul, ramah, suka menurutkan kata hati, dan suka mengambil resiko.

Peneliti menyimpulkan bahwa ekstrovert adalah suatu tipe kepribadian berdasar skap jiwa terhadap dunianya, yang merupakan satu ujung dari dimensi kepribadian introversi – ekstroversi, yang dipengaruhi oleh dunia objektif, orientasinya terutama tertuju ke luar. Pikiran, perasaan, dan tindaknnya ebih banyak ditentukan oleh lingkungan.

Sedangkan introvert adalah suatu tipe kepribadian berdasar sikap jiwa terhadap dunianya, yang merupakan satu ujung dari dimensi kepribadian introversi–ekstroversi, yang dipengaruhi oleh dunia subjektif, orientasinya terutama tertuju ke dalam. 
  1. CIRI-CIRI KEPRIBADIAN EKSTROVERT DAN INTROVERT
Ekstrovert dan introvert digambarkan oleh Eysenck dan Eysenck adalah sebagai berikut yang khas dari ekstrovert adalah mudah bergaul, suka pesta, mempunyai banyak teman, membutuhkan teman untuk bicara, dan tidak suka membaca atau belajar sendirian, sangat membutuhkan kegembiraan, mengambil tantangan, sering menentang bahaya, berperilaku tanpa berpikir terlebih dahulu, dan biasanya suka menurutkan kata hatinya, gemar akan gurau-gurauan, selalu siap menjawab, dan biasanya suka akan perubahan, riang, tidak banyak pertimbangan (easy going), optimis, serta suka tertawa dan gembira, lebih suka untuk tetap bergerak dalam melakukan aktivitas, cenderung menjadi agresif dan cepat hilang kemarahannya, semua perasaannya tidak disimpan dibawah kontrol, dan tidak selalu dapat dipercaya.

Sedangkan yang khas dari introvert adalah pendiam, pemalu, mawas diri, gemar membaca, suka menyendiri dan menjaga jarak kecuali dengan teman yang sudah akrab, cenderung merencanakan lebih dahulu–melihat dahulu–sebelum melangkah, dan curiga, tidak suka kegembiraan, menjalani kehidupan sehari-hari dengan keseriusan, dan menyukai gaya hidup yang teratur dengan baik, menjaga perasaannya secara tertutup, jarang berperilaku agresif, tidak menghilangkan kemarahannya, dapat dipercaya, dalam beberapa hal pesimis, dan mempunyai nilai standar etika yang tinggi.

KARAKTERISTIK KEPRIBADIAN EKSTROVERT DAN INTROVERT

 Menurut Jung terdapat dua dimensi utama kepribadian, yaitu ekstrovert dan introvert. Ekstrovert ditandai dengan mudah bergaul, terbuka, dan mudah mengadakan hubungan de ngan orang lain. Sedangkan introvert ditandai dengan sukar bergaul, tertutup, dan sukar mengadakan hubungan dengan orang lain.
Dikemukakan oleh Eysenck karakteristik ekstroversi ditandai oleh sosiabilitas, bersahabat, aktif berbicara, impulsif, menyenangkan, aktif dan spontan, sedangkan introversi ditandai dengan hal-hal kebalikannya. Lebih jelasnya lagi Eysenck menjabarkan komponen ekstrovert adalah kurangnya tanggung jawab, kurangnya refleksi, pernyataan perasaan, penurutan kata hati, pengambilan resiko, kemampuan sosial, dan aktivitas.

KEKURANGAN DAN KELEBIHAN  EKSTROVET DAN INTROVET
 
Sekarang kita ambil contah sebuah senapan Sniper dan Shotgun. Sniper merupakan senjata jarak jauh yang hanya fokus pada satu titik, sedangkan Shotgun merupakan senjata jarak dekat dengan jangkauan luas karena pelurunya menyebar.

Introvert merupakan senjata sniper yang sangat fokus, sedangkan Extrovert merupakan shotgun yang jangkauannya luas. Maka dari itu Introvert lebih unggul dalam hal Single Tasking , sedangkan Extrovert lebih unggul dengan Multitasking.
Maka dari itu Extrovert lebih mahir meng-handle grup besar pada saat ia berbicara, sedangkan Introvert kebalikannya, akan kesulitan karena ia sangat fokus dan jika fokusnya terganggu, maka ia akan sangat stress.

Kebalikannya jika Extrovert harus meng-handle perbicangan dengan satu atau dua orang secara dokus dan hear-to-heart, maka ia akan tidak akan fokus yang menyebabkan pembicaraan jadi terlalu cepat dan melenceng dari topik.

Kelebihan lainnya adalah Introvert adalah orang yang "dalam",sedangkan Extrovert adalah orang yang "general". Selanjutnya akan membahas mana fungsi Ekstrovet dan Introvet yang baik untuk bersosial.

MAJOR dan MINOR ART

MAJOR dan MINOR ART

a. MINOR ART
 The minor dalam seni studio menyediakan komunitas universitas dengan kesempatan untuk mengintegrasikan praktek kreatif dan artistik dengan kegiatan akademik atau penelitian lainnya. Mahasiswa mengejar minor di studio seni tidak selalu mengejar karir sebagai berlatih seniman profesional. Sebaliknya mereka mencari karir yang unik di mana seni visual dan kreativitas mungkin keterampilan yang diinginkan. Penelitian terbaru telah mengidentifikasi kreatif keterampilan pemecahan masalah dan beragam set pengetahuan sebagai yang dicari dalam berbagai wid disiplin ilmu, industri, dan profesi. The minor dalam seni kontribusi untuk tujuan universitas siswa lulus kompetitif dan serbaguna.
Kurikulum seni minor studio membimbing siswa menuju berbagai pekerjaan kelas yang fakultas Seni anggap penting untuk memahami seni membuat dalam bahan dan rasa konseptual. The minor dalam seni affords Departemen Seni sarana terstruktur dan lebih komprehensif untuk membuat kontribusi yang signifikan pada pengalaman pendidikan dan budaya secara keseluruhan di kampus dan untuk memperluas inti dari misi kami untuk jangkauan yang lebih luas.

b.MAYOR ART

Program Instruksional yang berfokus pada penciptaan dan interpretasi karya dan pertunjukan yang menggunakan auditori, kinestetik, dan visual yang fenomena untuk mengekspresikan ide dan emosi dalam berbagai bentuk, tergantung pada kriteria estetika.
Seni sebagai utama meliputi banyak topik. Oleh karena itu, ada berbagai macam orang yang akan menikmati mengambil seni sebagai utama. Individu artistik mampu menggambar, melukis menulis atau desain adalah kandidat utama untuk besar ini. Mereka juga mungkin memiliki rasa ingin musik dan tahu bagaimana memainkan alat musik. Hobi bagi siswa seni mungkin melibatkan bermain musik, melukis, menghadiri drama, menghadiri teater, menganalisis film, menulis kreatif, menggambar, atau membaca. 

Rabu, 02 April 2014

PAKEM

PAKEM

Memahami hakikat PAKEM
1.      Pengertian
PAKEM adalah sebuah pendekatan yang memungkinkan peserta didik mengerjakan kegiatan beragam untuk mengembangkan keterampilan, sikap, dan pemahamannya dengan penekanan belajar sambil bekerja. PAKEM diatur dalam UU Sisdiknas Tahun 2003 Pasal 4 dan Pasal 40 dan PP No.19 Tahun 2005 , Pasal 19
 
2.      Peran guru dan siswa dalam PAKEM
Aktor utama dalam PAKEM adala guru dan siswa . keduanya harus dalam interaksi yang dinamis dan kontekstual.  Guru dan siswa harus sama-sama aktif dan kreatif sehingga pembelajaran menjadi efektif dan menyenangkan.
 
3.      Proses pelaksanaan PAKEM
Dalam pelaksanaan PAKEM ada beberapa hal yang harus diperhatikan, yaitu :
a.       memahami sifat yang dimiliki anak
b.      mengenal anak secara perseorangan
c.       memanfaatkan perilaku anak dalam pengorganisasian belajar
d.      mengembangkan kemampuan berfikir kritis, kreatif, dan kemampuan memecahkan masalah
e.       mengembangkan ruang kelas sebagai lingkungan belajar yang menarik
f.       memanfaatkan lingkungan sebagai sumber belajar
g.      memberikan umpan balik yang baik untuk meningkatkan kegiatan belajar
h.      membedakan aktif fisik dan aktif mental

4.      Kriteria penilaian yang sesuai PAKEM
Berikut adalah criteria penilaian yang sesuai konsep PAKEM, yaitu :
a.       Penilaian otentik yang merupakan proses pengumpulan informasi oleh guru
b.      Bentuk penilaian tes dapat dilakukan secra lisan, tertulis, dan perbuatan
c.       Rangkaian penilaian dilakukan oleh guru

5.      Tujuan penilaian pembelajaran model PAKEM
a.       Menilai kemampuan individual melalui tugas tertentu
b.      Memetukan kebutuhan belajar
c.       Membantu dan mendorong siswa
d.      Membantu dan mendorong guru agar lebih baik dalam mengajar
e.       Menentukan strategi pembelajaran
f.       Akuntabilitas lembaga
g.      Meningkatkan kualitas pendidikan
 
6.      Merancang dan melaksanakan penilaian PAKEM
Untuk merancang dan melaksanakan penilaian PAKEM harus berdasarkan dua hal . Merancang penilaian dilakukan bersamaan dengan merancang pembelajaran tersebut. Penilaian disesuaikan dengan pendekatan dan metode yang dilaksanakan dalam pembelajaran. Dalam pembelajaran dengan pendekatan PAKEM penilaian dirancang sebagaimana dengan penilaian otentik.
 
7.      Lingkungan belajar dalam PAKEM
Menurut saroni (2006) lingkungan belajar adalah segala sesuatu yang berhubungan dengan tempat proses pembelajaran dilaksanakan. Lingkungan ini mencakup dua hal utama, yaitu: Lingkungan fisik dan Lingkungan sosial
PAKEM membutuhkan sistem pengelolaan dan lingkungan belajar yang mendukung tercapainya tujuannya. Penataan ruang kelas yang menarik ,merupakan hal yang sangat disarankan dalam PAKEM. Berdasarkan uraian tersebut bahwa lingkungan belajar yang dapat memacu belajar siswa meliputi : Lingkungan sekeliling siswa, pajangan karya siswa, pengelolaan alat dan sumber belajar, pengaturan tempat duduk, sudut baca, dan program sarapan pagi.
 

SENI KRIYA

SENI KRIYA

a. pengertian seni kriya
Seni kriya adalah karya seni yang dibuat dengan keterampilan tangan (hand skill) dengan memerhatikan aspek fungsional dan nilai seni. Penciptaan karya seni kriya tidak hanya didasarkan pada aspek fungsionalnya (kebutuhan fisik) saja, tetapi juga untuk pemenuhan kebutuhan terhadap keindahan (kebutuhan emosional). Dalam perkembangannya, karya seni kriya selalu identik dengan seni kerajinan. Hal ini disebabkan pembuatan karya seni kriya yang tidak lepas dari pengerjaan tangan (hand made) dan memiliki aspek fungsional.

b. fungsi seni kriya
Fungsi seni kriya secara garis besar terbagi atas tiga golongan, yaitu sebagai berikut.
1. Hiasan (dekorasi)
Banyak produk seni kriya yang berfungsi sebagai benda pajangan. Seni kriya jenis ini lebih menonjolkan
segi rupa daripada segi fungsinya sehingga bentukbentuknya mengalami pengembangan. Misalnya, karya seni ukir, hiasan dinding, cinderamata, patung, dan lain-lain.

2. Benda terapan (siap pakai)
Seni kriya yang sebenarnya adalah seni kriya yang tetap mengutamakan fungsinya. Seni kriya jenis ini mempunyai fungsi sebagai benda yang siap pakai, bersifat nyaman, namun tidak kehilangan unsur keindahannya. Misalnya, senjata, keramik, furnitur, dan lain-lain.

3. Benda mainan
Di lingkungan sekitar sering kita jumpai produk seni kriya yang fungsinya sebagai alat permainan. Jenis produk seni kriya seperti ini biasanya berbentuk sederhana, bahan yang digunakan relatif mudah didapat dan dikerjakan, dan harganya juga relatif murah. Misalnya, boneka, dakon, dan kipas kertas.

c. jenis-jenis seni kriya
Jenis-jenis seni kriya banyak sekali dan sangat mudah ditemukan di berbagai daerah. Berdasarkan dimensinya, jenisjenis seni kriya dapat dibedakan sebagai berikut.
1. Seni kriya dua dimensi
Karya seni kriya dua dimensi meliputi sulaman, bordir, mozaik, kolase, batik, tenun, relief, dan hiasan dinding.
2. Seni kriya tiga dimensi
Karya seni kriya tiga dimensi meliputi sebagai berikut.
a. Kerajinan keramik
Kerajinan keramik menggunakan bahan dasar tanah liat. Produk yang dihasilkan, misalnya vas bunga, guci, teko, kendi, dan peralatan rumah tangga.
b. Kerajinan logam
Kerajinan logam menggunakan bahan jenis logam, seperti emas, perak, perunggu, besi, tembaga, aluminium, dan kuningan. Produk yang dihasilkan, misalnya perhiasan emas dan perak, patung perunggu, senjata tajam, peralatan rumah tangga, dan alat musik gamelan. Sekarang kerajinan logam dibuat dengan berbagai variasi bentuk.
c. Kerajinan kulit
Kulit banyak digunakan untuk membuat berbagai benda kerajinan, seperti wayang kulit, tas, sepatu, jaket, dan alat musik rebana.
d. Kerajinan kayu
Kayu banyak menghasilkan berbagai benda kerajinan, seperti topeng, wayang golek, furnitur, patung, dan hiasan ukir-ukiran.
e. Kerajinan anyaman
Kerajinan anyaman biasanya menggunakan bahan dasar, seperti bambu, daun mendong, dan tali plastik untuk membuat tempayan, topi, tutup nasi, tikar, dan gantungan pot tanaman.


Kecil di Art & Design ( Minor Art )The minor di Art & Design memberikan siswa dengan dasar pengetahuan untuk lebih mempersiapkan mereka untuk menggunakan kemampuan kreatif mereka di dunia yang kompleks saat ini. The Pilihan kursus lanjutan didasarkan pada tujuan karir siswa dan harapan.
Program ini bertempat di baru Joan Cole Mitte Seni & Desain Bangunan. Bangunan ini berisi besar, up-to-date fasilitas untuk Desain Komunikasi, Seni Sejarah dan Seni Pendidikan. Luas, studio modern disediakan untuk Lukisan, Menggambar, Seni Grafis, Logam, Serat, Patung, Keramik dan Fotografi.


Persyaratan Khusus: ARTF 1301, 1302, dan 1303. Lima belas jam tambahan, dua belas yang harus (3000 atau 4000 kursus tingkat), yang dipilih melalui konsultasi dengan Ketua Art & Design maju.

 major
Mayor Di Art adalah anak 2yo tercepat Art Mayor pada pejantan dan berasal dari terkenal The Old Maid keluarga ibu.

     USTA 2yo of the Year

     Pemenang dari dunia terkaya 2yo ras - Metro Pace

     Dengan memimpin kuda Art Major dari terkenal The Old Maid keluarga ibu.

     Memiliki kuda jantan besar bawah garis nya ibu - Jate Lobell, Big Towner, Tar Heel, Adios, dll

     Dia adalah Sire Grup Satu pasang ditempatkan Shez Sensasional dan Lukey dari tanaman debutnya.

ALIRAN ALIRAN SENI RUPA


 ALIRAN ALIRAN SENI RUPA

Pengertian:
Istilah aliran disebut juga isme/paham/pandangan.

Latar belakang munculnya aliran:
Aliran-aliran dalam seni rupa muncul akibat munculnya bentuk kreatifitas seniman dalam memilih dan mengolah objek, bahan, teknik dan gaya. Bagi seniman besar munculnya kebosanan terhadap suatu aliran



SEJARAH KEMUNCULAN

Pada abad ke 17 di Eropa, kaum bangsawan, kelompok menengah dan gereja sebagai patron bidang kesenian. Seni berkembang mejadi lebih realistik dan narturalistik serta langsung menyentuh perasaan pengamatnya, serta ukurannya besar, gaya ini disebut sebagai gaya

Baroque. Di Italia tokohnya dalam seni lukis adalah Caravaggio, Diego Velazquez, dalam seni patung Gianlorenzo Bernini terkenal dengan patungnya The Ecstacy of St Teresa. Di belahan Utara Eropa ada pelukis ternama Paul Rubens dari Antwerp dengan lukisannya The ssumption of the Virgin, dan di Belanda ada Rembrant terkenal dengan teknik chiaroscuro dan fumatonya. Selain dalam bidang seni lukis dan patung, dalam bidang seni arsitektur juga berkembang pesat, dengan munculnya orang kaya baru bekerjasama dengan pihak gereja, mereka senang membuat istana, gereja dan bangunan-bangunan besar yang indah. Akhir zaman Barocque disebut zaman Racoco, pada zaman ini formalisme dalam lukisan ditinggal, para seniman berupaya melepaskan diri dari aturan-aturan akademis dalam membuat komposisi. Ciri dari karya seni lukis zaman ini adalah suasana gembira tentang keadaan yang indah dengan manusia-manusia cantik di alam dan komposisi dinamis dari obyek yang dilukiskan.


Mempelajari seni rupa pada dasarnya mempelajari peradaban manusia.
Sejarah peradaban tidak dapat dipisah-pisahkan, karena pada dasarnya
kesenian antar bangsa memberi dan menerima pengaruh. Namun untuk
mempermudah cara mempelajarinya perlu diadakan pengelompokkan.


Secara kronologis sejarah seni rupa manca negara/ dunia dapat dikelompokkan sebagai berikut.
1.Seni Rupa Timur Purba
a.Seni Mesir.
b.Seni Mesopotamia.
c.Seni Mediterania.

2.Seni Rupa Eropa Klasik.
a.Seni Yunani
b.Seni Romawi.

3.Seni Abad Pertengahan.
a.Seni Masa Pembenyukan
b.Seni Masa Gemilang.
c.Seni MAsa Kemunduran.

4.Seni Renaissance
a.Seni Renaissance.
b.Seni Barok.
c.Seni Rococo.
5.Seni Modern.


Para ahli berpendapat bahwa seni rupa Barat modern pada dasarnya bersumber dari zaman Yunani dan Romawi yang disebut zaman Klasik. Kebudayaan Yunani tersebut dibawa ke Eropa Barat melalui Roma.
Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi pada awal abad ke-19 menyebabkan munculnya berbagai produk. Keadaan ini akhirnya mengubah berbagai aspek kehidupan manusia, tak terkecuali di bidang seni rupa.
Perhatian manusia cenderung pada hal-hal yang bersifat material, hal ini menyebabkan pemberontakan seniman. Pemberontakan seniman termanifestasikan dalam bentuk-bentuk kreativitas, sehingga di dunia
perkembangan seni rupa lahir aliran-aliran dalam seni rupa yang saling menerusakan atau menentang aliran-aliran sebelumnya.



1. Aliran Neo-Klasik




Pecahnya revolusi Perancis pada tahun 1789, merupakan titik akhir dari kekuasaan feodalisme di Perancis yang pengaruhnya terasa juga ke bagian-bagian dunia lainnya. Revolusi ini tidak hanya perubahan tata politik dan tata social, tetapi juga menyangkut kehidupan seni. Para seniman menjadi bebas dalam memperturutkan panggilan hati masing-masing, dimana mereka berkarya bukan karena adanya pesanan, melainkan semata-mata ingin melukis saja.

Maka dengan demikian mulailah riwayat seni lukis modern dalam sejarah yang ditandai dengan individualisasi dan isolasi diri. Jacques Louis David adalah pelukis pertama dalam babakan modern. Pada tahun 1784, David melukiskan “SUMPAH HORATII”. Lukisan ini menggambarkan Horatius , bapak yang berdiri di tengah ruangan sedang mengangkat sumpah tiga anak laki-lakinya yang bergerombol di kiri, sementara anak perempuannya menangis di sebelah kanan.

Lukisan ini tidak digunakan untuk kenikmatan, melainkan untuk mendidik, menanamkan kesadaran anggota masyarakat atas tanggung jawabnya terhadap Negara. J.L. David merupakan pelopor aliran Neo-Klasik, dimana lukisan Neo-Klasik bersifat Rasional, objektif, penuh dengan disiplin dan beraturan serta bersifat klasik.

Ciri-cirinya Lukisan Neo-Klasik :
a.Lukisan terikat pada norma-norma intelektual akademis.
b.Bentuk selalu seimbang dan harmonis.
c.Batasan-batasan warna bersifat bersih dan statis.
d.Raut muka tenang dan berkesan agung.
e.Berisi cerita lingkungan istana.
f.Cenderung dilebih-lebihkan.


Tokoh penerus J.L. David dalam Neo-Klasik adalah JEAN AUGUAST DOMINIQUE INGRES (1780-1867)

2. Aliran Romantik



Aliran Romantik merupakan pemberontakan terhadap aliran Neo-Klasik, dimana Jean Jacques Rousseau mengajak kembali pada alam, sebagai manusia yang tidak hanya memiliki pikiran tetapi juga memiliki perasaan dan emosi.

Lukisan-lukisan romantik cenderung menampilkan :
Hal yang berurusan dengan perasaan seseorang (sangat ditentang dalam aliran Neo- Klasik)
Eksotik, kerinduan pada masa lalu
Digunakan untuk perasaan dari penontonnya
Kecantikan dan ketampanan selalu dilukiskan



Ciri-ciri aliran Romantis sebagai berikut :
a.Lukisan mengandung cerita yang dahsyat dan emosional.
b.Penuh gerak dan dinamis.
c.Warna bersifat kontras dan meriah.
d.Pengaturan komposisi dinamis.
e.Mengandung kegetiran dan menyentuh perasaan.
f.Kedahsyatan melebihi kenyataan.

Tokoh-tokhnya antara lain :
a.Eugene Delacroix
b.Theodore Gericault
c.Jean Baptiste
d.Jean Francois Millet

Tokoh yang betul-betul pemberontak dan pertama kali menancapkan panji-panji romantisme adalah Teodore Gericault (1791-1824) dengan karyanya yang berjudul “RAKIT MENDUSA”. Romantisme berasal dari bahasa Perancis “Roman” (cerita), sehingga aliran ini selalu melukiskan sebuah cerita tentang perbuatan besar atau tragedy yang dahsyat


3. Aliran Realisme



Realisme merupakan aliran yang memandang dunia tanpa ilusi, mereka menggunakan penghayatan untuk menemukan dunia. Salah seorang tokoh Realisme yang bernama “Courbet” dari Perancis mengatakan :

“TUNJUKANLAH KEPADAKU MALAIKAT, MAKA AKU AKAN MELUKISNYA, artinya ia tidak akan melukis sesuatu yang tidak ditunjukkan kepadanya (sesuatu yang tidak real/nyata). Aliran Realisme selalu melukiskan apa saja yang dijumpainya tanpa pandang bulu dan tanpa ada idealisasi, distorsi atau pengolahan-pengolahan lainnya. Gustave Courbet (1819-1877) memandang bahwa lukisan itu pada dasarnya seni yang kongkrit. Lukisan-lukisan Courbet selalu menampilkan kenyataan hidup yang pahit seperti “Lukisan Pemecah Batu” dll.

Tokoh : Jean Francois, Millet dan Honore Daumier.

4. Aliran Naturalisme



Aliran Naturalisme adalah aliran yang mencintai dan memuja alam dengan segenap isinya. Penganut aliran ini berusaha untuk melukiskan keadaan alam, khususnya dari aspek yang menarik, sehingga lukisan Naturalisme selalu bertemakan keindahan alam dan isinya. Monet merupakan salah satu tokoh pelukis Naturalisme, tetapi terkadang lukisannya mendekati Realisme. Meskipun lukisan Naturalistiknya Monet yang mendekati Realisme, tetapi sangat berbeda dengan lukisan Gustave Courbert sebagai tokoh realisme.

Realismenya Courbert bersifat sosialistik yang moralitasnya cukup tinggi, sedangkan realismenya Monet cenderung melukiskan yang indah-indah dan amoral, karena prinsip Monet adalah “seni untuk kepentingan seni, bukan untuk apapun. Para pelukis Naturalisme sering dijuluki sebagai pelukis pemandangan. Tokoh Naturalisme yang berasal dari Inggris adalah Thomas Gainsbrough (1727-1788).


Tokohnya antara lain John Constable, William Hogart, Frans Hall.

5. Aliran Impresionis



Apabila ada orang mendengar istilah Impresionisme, maka asosiasi mereka biasanya tertuju pada lukisan-lukisan yang impresif, yaitu lukisan yang agak kabur dan tidak mendetail. Claud Monet bukan tokoh impresionisme, tetapi aliran impresionisme banyak diilhami oleh penemuan-penemuan Claud Monet dalam setiap lukisannya. Seorang tokoh impresionisme dari Prancis bernama Piere Auguste Renoir (1841-1919).

Pelukis ini sangat gemar melukis wanita, baik dalam kondisi berpakaian maupun tanpa busana. Lukisan impresionis sangat dipengaruhi oleh keadaan cuaca, karena melukis dilakukan di luar studio. Lukisan impresionis biasanya tidak mempunyai kontur yang jelas dan nampak hanya efek-efek warna yang membentuk wujud tertentu.


Tokohnya : Eduard Manet, Claude Monet,Auguste Renoir, Edward Degas dan Mary Cassat.

6. Aliran Ekspresionisme



Pada tahun 1990-an, para pelukis mulai tidak puas dengan karya yang hanya menonjolkan bentuk-bentuk objek. Mereka mulai menggali hal-hal yang berhubungan dengan batin, sehingga muncullah aliran ekspresionisme. Vincent Van Gogh (1850) adalah tokoh yang menjadi tonggak kemunculan aliran ekspresionisme dan tokoh lain yang mengikuti adalah Paul Cezanne, Paul Gauguin, Emil Nolde dan di Indonesia yaitu Affandi. Ekspresionisme merupakan aliran yang melukiskan aktualitas yang sudah didistorsikan ke arah suasana kesedihan, kekerasan ataupun tekanan batin.

Pelopornya adalah Vincent Van Gogh, Paul Klee, Emile Nolde, W . Kandinsky, dan Edvard Munch.

7. Aliran Fauvisme



Nama fauvisme berasal dari bahas Prancis “Les Fauves”, yang artinya binatang liar. Aliran fauvisme sangat mengagungkan kebebasan berekspresi, sehingga banyak objek lukisan yang dibuat kontras dengan aslinya seperti pohon berwana 0ranye/jingga atau lainnya. Lukisan-lukisan fauvis betul-betul membebaskan diri dari batasan-batasan aliran sebelumnya.

Pelukis fauvisme cenderung melukis apa yang mereka sukai tanpa memikirkan isi dan arti dari sebuah lukisan yang dibuat. Maurice De Vlaminck, merupakan tokoh fauvisme yang banyak terinspirasi oleh goresan warna Vincent Van Gogh, sampai-sampai ia berkata ; Saya lebih mencintai Van Gogh dari pada Ayah saya.


Tokoh-tokohnya Antara lain Henr y Matisse, Andre
Derain, Maurice de Vlaminc.


8. Aliran Kubisme



Aliran kubisme dilatar belakangi oleh konsep Paul Cezanne yang mengatakanbahwa bentuk dasar dari segala bentuk adalah silinder , bola, balok dan semua bentuk yang ada di dalam di pengaruhi oleh perspektif, sehingga bidang tertuju pada satu titik tengah. Karya Picasso menjadi insfirasi kemunculan karya- karya kubisme, karena motif geometris digunakan oleh Picasso.

Lukisan kubisme mengedepankan bentuk-bentuk germetris. Tokoh kubisme yang sangat terkenal adalah Picasso dan Paul Cezanne, tetapi di samping kedua tokoh ini masih banyak tokoh lain yg menganut Kubisme seperti Juan Gris dll.



9. Aliran Abstraksionisme



Aliran Abstraksionime adalah aliran yg berusaha melepaskan diri dari sensasi-sensasi atau asosiasis figuratif suatu obyek. Aliran Abstraksionis di bedakan menjadi dua yaitu.
Abstrak kubistis

Yaitu abstrak dalam bentuk geometrik murni seperti lingkaran kubus dan segi tiga
Tokoh aliraran ini berasal dari Rusia yaitu Malivich [1913]
Abstrak Nonfiguratif

Yaitu abstrak dalam arti seni lukis haruslah murni sebagai ugkapan perasaan, di mana garis mewakili garis ,warna mewakili warna dan sebagainya. Bentuk alami ditinggalkan sama sekali. Tokohnya adalah Wassily kadinsky, Naum Goba.

10. Aliran Futuris

Aliran Futuris muncul di Itali pada tahun 1909, sebagai reaksi terhadap aliran kubisme yang dianggap dinamis penuh gerak, karena itu temanya cenderung menggambarkan kesibukan-kesibukan seperti,pesta arak-arakan, perang dll.

Tokoh aliran ini antara lain :
Carlo Carra
Buido Severini
Umbirto Boccioni
F.T Marineti
 


 11. Aliran dadaisme



Aliran dadaisme merupakan pemberontak konsep dari konsep aliran sebelumnya. Aliran ini mepunyai sikap memerdekakan diri dari hukum-hukum seni yg telah berlaku. Ciri aliran ini sinis, nihil dan berusaha meleyapkan ilusi. Aliran ini dilatar belakangi oleh perang dunia pertama yg tak kunjung berhenti.

Perang yg tak kunjung padam memberi kesan hilangnya nilai sosial dari nilai estetika di muka bumi, sehinga pandangan dadaisme tidak ada estetika dalam karya seni. Tokoh Dadisme adalah Paul klee, Scwitters Tritan Tzara, Maron Janco dll.


 
12. Aliran Surealisme.



Aliran surealis banyak di pengaruhi oleh teori analisis psikologis. Sigmund Freud mengenai ketidak sadaran dalam anatomisme dan impian. Surealisme sering tampil tidak logis dan penuh fantasi, seakan-akan melukis dalam mimpi.

Tokoh surealis yaitu
Salvador Dali

Maxt Ernest
Jona Mirod



berpikir lateral

  BERPIKIR LATERAL

Edward de Bono, membagi pola berpikir menjadi dua: 
  1. yaitu vertikal dan
  2. lateral.
  • Pola berpikir vertikal adalah pola berpikir logis konvensional yang selama ini kita kenal dan umum
dipakai. Pola berpikir ini dilakukan secara tahap demi tahap berdasarkan fakta yang ada, untuk
mencari berbagai alternatif pemecahan masalah, dan akhirnya memilih alternatif yang paling
mungkin menurut logika normal. Pola berpikir vertical sangat erat dengan bernalar di
matematika. Sehingga saat siswa belajar matematika, maka siswa tersebut, diharapkan memiliki
keterampilan berpikir vertical. Bila dilihat dari fungsi otak, maka berpikir vertical lebih
memfungsikan otak kiri yang bersifat logis, sekuensial, linier, dan rasional.
  • Berbeda dengan pola berpikir lateral, pola berpikir ini tetap menggunakan berbagai
fakta yang ada, menentukan hasil akhir apa yang diinginkan, dan kemudian secara kreatif
(seringkali tidak dengan cara berpikir tahap demi tahap) mencari alternatif pemecahan masalah
dari berbagai sudut pandang yang paling mungkin mendukung hasil akhir tersebut. Bila dilihat
dari fungsi otak maka berpikir lateral menggunakan otak belahan kanan yang bersifat acak, tidak
teratur, intuitif, divergen, dan holistik. Tidak mengherankan jika pola berpikir lateral sering
muncul dalam berbagai penemuan baru dan terobosan dalam ilmu pengetahuan. Termasuk para
ahli matematika, proses penemuan tidak bersumber pada pola dan metode, namun diperoleh dari
kegiatan kreatif. 
  • Salah satu tujuan dalam pendidikan adalah membantu siswa belajar bagaimana untuk
berpikir lebih efektif. Matematika adalah suatu alat untuk mencapai tujuan dimana salah satu
tujuannya adalah berpikir lebih efektif. Dilihat dari pandangan pandangan konstruktivis
pembelajaran matematika adalah memberikan kesempatan kepada siswa untuk mengkonstruksi
konsep-konsep/prinsip-prinsip matematika dengan kemampuan sendiri melalui proses
internalisasi. Guru dalam hal ini berperan sebagai fasilitator.

Menurut pandangan konstruktivis dalam pembelajaran matematika berorientasi pada:
(1) pengetahuan dibangun dalam pikiran melalui proses asimilasi atau akomodasi,
(2) dalam pengerjaan matematika, setiap langkah siswa dihadapkan kepada apa,
(3) informasi baru harus dikaitkan dengan pengalamannya tentang dunia melalui suatu kerangka logis yang mentransformasikan, mengorganisasikan, menginterpretasikan pengalamannya, dan
(4) pusat pembelajaran adalah bagaimana siswa berpikir, bukan apa yang mereka katakan atau tulis.

Jadi, Berpikir lateral adalah memecahkan masalah melalui langsung dan pendekatan kreatif,
dengan menggunakan fakta-fakta yang ada dan melibatkan ide-ide yang mungkin tidak diperoleh
dengan hanya menggunakan langkah-langkah berpikir vertical. Untuk melatihkan kemampuan
berpikir lateral dalam pembelajaran matematika dilakukan dengan selalu memberi kebebasan
berpikir pada siswa, sehingga siswa dapat menganalisa dari bebagai sudut pandang yang mungkin
oleh guru tidak terpikirkan. Keterampilan berpikir tidak dapat diperoleh siswa begitu saja tanpa
diupayakan oleh guru. Pemberian kebebasan berpikir yang disertai bimbingan akan
mengupayakan terwujudnya keterampilan berpikir siswa. Kegitan ini sangat baik dilakukan dalam
seting kelompok, yang diharapkan siswa satu dengan lainnya memiliki keberagaman berpikir,
sehingga membuka mata bagi seluruh siswa tentang cara berpikir atau cara memandang sebuah
obyek. Dengan kata lain, jika kita ingin siswa menjadi pemikir yang handal, kita harus
mengajarkan caranya

Sabtu, 01 Maret 2014

Edisi Karya Ketiga Desain Komunikasi Visual

Desain Komukasi Visual tentang Aplikasi Google Sketchup

       Pada edisi ketiga ini saya akan membahas masalah desain komunikasi visual. Yang dimana menurut saya, tidak banyak orang yang mengetahui mengenai aplikasi Google Sketchup ini. Makanya pada edisi kali ini saya akan memberikan beberapa informasi tentang aplikasi ini melalui beberapa karya saya.
      Google Sketchup imi begitusangat menarik, banyak sekali pengetahuan yang belum saya ketahui dari aplikasi ini, dengan itu saya memcoba mempelajarinya dan mengaplikasikannya dalam imajinasi saya. Pada kesempatan kali ini saya akan menampilkan beberapa hasil proses pembuatan desain rumah melalui Google Sketchup.
Namun, saya akan memberikan penjelasan apa Desain komunikasi visual itu ??
Desain Komukasi Visual atau lebih dikenal di kalangan civitas akademik di Indonesia dengan singkatan DKV pada dasarnya merupakan istilah penggambaran untuk proses pengolahan media dalam berkomunikasi mengenai pengungkapan ide atau penyampaian informasi yang bisa terbaca atau terlihat. Desain Komunikasi Visual erat kaitannya dengan penggunaan tanda-tanda (signs), gambar (drawing), lambang dan simbol, ilmu dalam penulisan huruf (tipografi), ilustrasi dan warna yang kesemuanya berkaitan dengan indera penglihatan.
         Proses komunikasi disini melalui eksplorasi ide-ide dengan penambahan gambar baik itu berupa foto, diagram dan lain-lain serta warna selain penggunaan teks sehingga akan menghasilkan efek terhadap pihak yang melihat. Efek yang dihasilkan tergantung dari tujuan yang ingin disampaikan oleh penyampai pesan dan juga kemampuan dari penerima pesan untuk menguraikannya.
Google Sketchup adalah sebuah perangkat lunak desain grafis yang dikembangkan oleh google.Pendesain grafis ini dapat digunakan untuk membuat berbagai jenis model dan bentuk baik itu berupa foto, diagram dan lain-lain.

Inilah beberapa hasil DKV Goggle Sketchup :








itulah tadi beberapa contoh hasil karya dan kreasi saya dari aplikasi google sketchup, semoga dengan ini pembacanya dapat mencoba dan menerapkan keinginan dan imajinasinya dalam sebuah desain dengan aplikasi google sketchup.
apabila ada salah kata yang tidak berkenan bagi pembacanya saya minta maaf. dan saya juga mohon kritik serta sarannya untuk hasil kreasi saya kedepanya. terima kasih.